Ubah nilai parameter tersebut menjadi:
Prompt=normal
Simpan perubahan tersebut
Langkah 2: Memastikan Sistem Saat Ini Sepenuhnya Diperbarui
Sebelum melakukan lompatan besar antar-distribusi, sangat krusial untuk memastikan bahwa seluruh paket pada versi yang saat ini berjalan berada pada kondisi paling mutakhir. Hal ini mencegah terjadinya konflik dependensi (dependency hell) selama proses upgrade. Jalankan perintah berikut:
apt update && apt dist-upgrade -y
Catatan: Jika proses pembaruan di atas melibatkan pembaruan komponen inti seperti kernel sistem, disarankan untuk melakukan reboot server terlebih dahulu sebelum mengeksekusi perintah upgrade.
reboot
Langkah 3: Mengeksekusi Upgrade Distribusi
Setelah sistem kembali menyala, masuk kembali sebagai root dan jalankan kembali perintah pembaruan rilis utama:
do-release-upgrade
Dengan konfigurasi Prompt=normal yang telah diterapkan, manajer pembaruan kini akan berhasil mendeteksi rilis non-LTS stabil terbaru yang tersedia di server repositori Canonical. Sistem akan mengunduh pembaruan, menghitung kebutuhan ruang disk, dan memandu Anda melalui instruksi interaktif hingga proses instalasi selesai.
Kesimpulan
Pesan “There is no development version of an LTS available” bukanlah sebuah error kerusakan sistem, melainkan sebuah fitur proteksi bawaan Ubuntu untuk mencegah server produksi melakukan pembaruan ke versi yang belum teruji keandalannya di jalur LTS. Dengan mengubah parameter konfigurasi menjadi normal, Anda membuka gerbang bagi sistem untuk menggunakan teknologi, aplikasi, dan kernel yang lebih segar pada rilis-rilis interim Ubuntu.
![]()

